KERUSAKAN LINGKUNGAN LAUT KARENA FENOMENA ALAM

kerusakan lingkungan laut

Kerusakan Lingkungan laut biasanya terjadi karena adanya fenomena alam seperti gempa bumi, badai tropis dan kenaikan suhu air laut. Tapi di samping itu kerusakan lingkungan laut bisa juga terjadi karena adanya pencemaran atau limbah akibat ulah manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. lebih jelasnya teruaraikan di bawah ini :

GEMPA BUMI

Bagaimana perasaan kalian jika berjalan-jalan di pantai laut yang bersih, utuh dan tidak rusak, ? Senang bukan? Nah lingkungan laut dapat menjadi rusak karena beberapa fenomena alam. Berikut akan dibahas satu persatu penyebab rusaknya lingkungan laut tersebut. Pernahkah kalian merasakan gempa? Ketika gempa bumi terjadi tiba-tiba kepala terasa pusing dan seolah-olah berputar mengapa hal tersebut terjadi dan apa sebenarnya gempa bumi itu.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan atau bergesernya lapisan batuan bumi yang berada di bawah permukaan bumi atau karena letusan gunung berapi. Gempa bumi sering terjadi di daerah yang berada dekat gunung berapi atau di wilayah pertemuan lempeng bumi. Dapatkah kalian menerka, mengapa hal itu terjadi? Kerusakan lingkungan laut sebagai akibat gempa bumi dapat berupa patahnya dasar laut atau naik turunnya dasar laut, hal ini dapat merusak ekosistem dasar laut terutama ekosistem terumbu karang. Koloni karang batu hancur oleh getaran gempa bumi atau terjadinya pengangkatan dasar laut ke atas seperti yang terjadi pada terumbu karang di Kabupaten Nias Utara sebelum gempa bumi letak terumbu karang terdalam berada pada kedalaman 6 sampai 7 meter namun setelah gempa terjadi Tanggal 27 Maret 2005 terumbu karang tersebut sudah berada di atas permukaan air seperti terlihat pada foto berikut
Bencana tersebut merusak lingkungan laut secara fisik yang sangat berat. kerusakan yang disebabkan oleh ketiga bencana tersebut biasanya lokal, artinya hanya di sekitar wilayah gempa bumi atau di sekitar Gunung Merapi meletus. semakin dekat dengan pusat aktivitas maka kerusakan akan semakin parah. Indonesia memiliki 550 gunung api 80 diantaranya merupakan gunung berapi aktif dan hanya beberapa gunung berapi saja yang berpotensi merusak lingkungan laut. Biasanya gunung berapi yang berpotensi merusak lingkungan laut adalah gunung berapi yang letaknya langsung berbatasan dengan laut misalnya Gunung Krakatau di Selat Sunda gunung api di Banda dan gunung Siau dari pulau Sangihe.

BADAI TROPIS

Apa yang terjadi jika kalian melihat putaran angin dengan kecepatan tinggi di televisi? benda-benda di sekitarnya ikut terbawa arus angin. Dapatkah kalian Jelaskan mengapa?
Badai tropis atau siklon adalah bencana alam berupa putaran angin dengan kecepatan tinggi. Kalau siklon ini terjadi di laut perputaran angin ini juga diikuti berputaran arus dan gelombang laut. Siklon di laut dapat menimbulkan kerusakan fisik lingkungan laut seperti rusaknya ekosistem terumbu karang, berubahnya garis pantai, hilangnya ekosistem mangrove, hilangnya ekosistem padang lamun dan keruhnya lingkungan perairan. Ekosistem terumbu karang di daerah yang sering terjadi siklon seperti di Filipina, Terumbu karangnya tidak pernah dapat tumbuh normal. Hal ini dikarenakan di setiap kali gempa bumi tsunami dan aktivitas Gunung Merapi,  mempunyai potensi diterjang sekon sehingga terumbu karang menjadi hancur disapu gelombang.
Perubahan garis pantai dapat terjadi karena diterjang gelombang dan arus yang kuat. Perubahan garis pantai juga dapat menyebabkan hilangnya ekosistem mangrove, hilangnya perkampungan di tepi pantai dan terjadi intrusi air laut ke darat. Hilangnya ekosistem padang lamun dapat terjadi karena tertutupnya ekosistem tersebut oleh endapan yang berasal dari abrasi pantai. Kekeruhan perairan disebabkan oleh teraduknya endapan dari dasar laut dan tersebarnya endapan hasil abrasi pantai. Untung badai tropis ini hampir tidak pernah terjadi di indonesia badai tropis banyak terjadi di luar daerah khatulistiwa seperti Philipina, Australia dan Amerika.  Siklon di laut juga dapat menenggelamkan kapal yang kebetulan berlayar disekitarnya karena arus dan gelombang yang ikut berputar dengan cepat. Siklon di laut dapat dilihat dari jauh yaitu berupa Awan sebesar lidi yang memanjang dari bawah ke atas dan melebar berupa Awan Gelap.  Siklon di laut ini berupa perputaran angin yang bergerak dengan cepat dan diikuti oleh massa air laut di bawahnya. Kalau kalian berada di tengah laut, harus segera membelokkan haluan kapal dan menjauh dari putaran angin tersebut.

KENAIKAN SUHU AIR LAUT

Kenaikan suhu air laut ini menimbulkan kerusakan yang serius terhadap ekosistem terumbu karang yakni timbulnya gejala pemutihan Karang  (coral bleaching).  Untuk daerah tropis kenaikan air laut sebesar 20 derajat Celcius dapat menimbulkan pemutihan karang batu. Kenaikan suhu air laut sebesar 3 sampai 6 derajat celcius pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1983.

PENCEMARAN LAUT

menurut undang-undang pokok pengelolaan lingkungan hidup nomor 4 tahun 1982, pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup benda mati energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. fenomena pencemaran adalah kondisi lingkungan di mana daya dukung lingkungan tersebut terhadap kehidupan sudah sangat berkurang karena pencemar sehingga daya dukung lingkungan tersebut terhadap kehidupan turun sampai ke tingkat tertentu, di mana lingkungan itu  tidak dapat lagi berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Fenomena pencemaran laut dapat berupa kekeruhan air laut, air laut berbau tidak enak atau berbau busuk dan suhu air laut melebihi suhu air laut rata-rata di lokasi tersebut atau berminyak. Pencemaran tersebut dapat berasal dari buangan limbah domestik limbah industri, limbah pertanian, limbah air panas, tumpahan minyak dan endapan yang terus mengalir dari darat.

Limbah domestik atau limbah rumah tangga yang berupa limbah cair limbah padat yang dibuang ke dalam laut dapat menyebabkan timbulnya fenomena pencemaran laut . Walaupun limbah domestik ini lebih banyak berupa limbah organik yang mudah terurai menjadi zat-zat yang tidak berbahaya melalui proses biologis alamiah. Namun masuknya limbah industri ke laut yang mengandung banyak karbohidrat, protein, lemak, garam garam dan mineral dapat terjadi pembusukan yang menuntut kebutuhan oksigen berlebihan (biological oxygen demand/bod). Dampaknya banyak biota laut yang mati karena kekurangan oksigen terlarut. Sedangkan limbah domestik yang berupa benda padat seperti sampah yang terdiri dari kayu, karet dan plastik disamping memberikan pemandangan di sepanjang pantai yang tidak enak dipandang, apabila benda-benda itu terbawa ke dasar laut dan dapat membahayakan kehidupan di dasar laut terutama terumbu karang. Kekeruhan lingkungan laut di sekitar ekosistem terumbu karang karena banyaknya endapan yang masuk ke laut, dapat menyebabkan sinar matahari tidak dapat mencapai dasar. Hal ini menyebabkan terganggunya proses fotosintesis yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan koloni karang batu. Selain itu dapat menutup mulut polip dan menyebabkan koloni karang batu itu mati juga menyebabkan wisatawan tidak dapat lagi menikmati keindahan terumbu karang karena keruhnya perairan.
Pencemaran laut karena naiknya suhu air laut di atas suhu rata-rata, terutama disebabkan oleh buangan limbah panas ke laut oleh industri yang menghasilkan limbah air panas misalnya pusat listrik tenaga nuklir (PLTN). Kenaikan suhu air laut ini dapat membahayakan kehidupan biota laut,terutama di daerah tropis yang suhunya sudah relatif tinggi.
Pencemaran laut karena tumpahan minyak dapat terjadi karena kecelakaan kapal tanker yang pecah di tengah laut akibat tertabrak atau menumbuk Karang, sehingga menumpahkan minyak dalam jumlah besar. Tumpahan minyak akan mengapung dan menyebar mengikuti arah arus laut. Di tempat kejadian tumpahnya minyak ini menyebabkan penetrasi cahaya ke dalam laut terganggu. Apabila tumpahan minyak tersebut tersangkut di terumbu karang atau hutan mangrove akan menyebabkan kematian terumbu karang atau hutan mangrove tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "KERUSAKAN LINGKUNGAN LAUT KARENA FENOMENA ALAM"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel